Rangkiangsumbar – Momentum Safari Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Dt Rajo Budiman, untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya rehabilitasi bagi pelaku penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, pelaku tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan yang tepat.
Hal tersebut disampaikan Evi saat bertemu dengan jamaah Masjid Jabal Nur Seberang Padang, Kota Padang, Selasa (24/2) malam.
Dalam kegiatan itu, Evi turut menghadirkan pasien rehabilitasi narkoba yang telah menunjukkan perkembangan signifikan. Kehadiran mereka dimaksudkan untuk berbagi pengalaman tentang kondisi sebelum dan sesudah menjalani rehabilitasi.
“Pada momen Safari Ramadan ini, saya mengajak masyarakat, kalau ada dunsanak, anak, keluarga, atau kenalan yang menggunakan narkoba, bawalah mereka untuk direhabilitasi,” ujar Evi.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu merasa malu untuk membawa anggota keluarga menjalani rehabilitasi. Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku dapat lepas dari ketergantungan narkoba sekaligus menjadi upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat.
Untuk mendukung upaya tersebut, Evi Yandri mendirikan lembaga rehabilitasi bernama Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI) bersama sejumlah rekannya sejak 2014, jauh sebelum dirinya menjadi anggota dewan.
“Jadi, kalau Bapak dan Ibu ada yang ingin direhabilitasi, kabarkan kepada saya,” katanya.
Selain mengingatkan pentingnya rehabilitasi, Evi juga mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid dan membiasakan anak-anak aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia menilai masih banyak masjid yang sepi, sementara anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai di rumah.
“Mari kita ubah ini. Ajarkan anak-anak dekat dengan masjid agar menjadi pondasi yang kuat supaya terhindar dari hal-hal negatif, salah satunya narkoba,” paparnya.
Ia menambahkan, YPJI tidak hanya merehabilitasi pecandu narkoba, tetapi juga menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Salah satu program yang ingin diwujudkan bersama Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, adalah zero pasung di Sumatera Barat.
Menurutnya, masih ditemukan kasus ODGJ yang dirantai selama bertahun-tahun, bahkan sejak usia anak-anak. “Dirantai itu bukan tindakan manusiawi. ODGJ harus diobati, bukan dirantai. Jika ada di lingkungan tempat tinggal Bapak dan Ibu, silakan hubungi YPJI,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Evi Yandri juga menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk pembangunan masjid. Selain itu, ia turut membagikan hadiah kepada anak-anak melalui kuis berhadiah tas sekolah dan mukena, serta memberikan sembako kepada keluarga yang hadir lengkap di masjid.
“Ini tujuan saya agar anak-anak semangat datang ke masjid. Termasuk agar orang tua rajin membawa anak-anaknya ke masjid. Mari kita ramaikan masjid di bulan Ramadan dan bulan-bulan lainnya sepanjang tahun,” tutupnya. (*)






