Rangkiangsumbar – Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Padang mengevakuasi sembilan orang wisatawan yang terjebak di kawasan Air Terjun Sarasah Barasok, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (17/2).
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan pihaknya menerima informasi kejadian pada Senin (16/2/2026) pukul 23.55 WIB dari seorang pelapor bernama Hardianto.
Berdasarkan laporan tersebut, sembilan orang dilaporkan terjebak di sekitar aliran sungai kawasan wisata Sarasah Barasok akibat cuaca buruk dan membutuhkan bantuan evakuasi.
Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 0°01’38,71″ S dan 100°28’46,01″ T. Jarak dari Pos SAR Lima Puluh Kota menuju lokasi sekitar 30,83 kilometer secara garis lurus atau sekitar 36 kilometer melalui jalur darat dengan estimasi waktu tempuh lebih kurang satu jam tujuh menit ke arah barat laut.
Kesembilan korban diketahui berangkat ke lokasi wisata pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka pergi bersama warga untuk berkunjung ke Air Terjun Sarasah Barasok.
Adapun identitas korban masing-masing Rahma (19), Rahda (20), dan Putri (19), warga Biaro Baso; Aulia (20), warga Pekanbaru; Irul (30), Noval (22), Angga (19), dan Agung (22), warga Lipek Kain; serta Farel (25), warga Mungka.
Pada sore hari, hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sehingga debit air sungai meningkat dan menyebabkan rombongan terjebak di sekitar aliran sungai.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Padang langsung bergerak menuju lokasi. Tim tiba di lokasi pada pukul 03.30 WIB dan segera melakukan proses evakuasi terhadap para survivor.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan rescue truck serta peralatan mountaineering, peralatan medis, peralatan evakuasi, dan perlengkapan pendukung lainnya. Proses evakuasi sempat terkendala kondisi jalan yang licin serta penerangan yang terbatas.
Pada pukul 08.00 WIB, seluruh korban berhasil dievakuasi ke lokasi aman di perumahan warga dalam keadaan selamat. Selanjutnya, pada pukul 08.42 WIB dilakukan debriefing bersama seluruh unsur SAR yang terlibat dan operasi SAR diusulkan untuk ditutup.
Abdul Malik mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat, di antaranya Pos SAR 50 Kota, BPBD 50 Kota, RAPI, potensi SAR, perangkat nagari, serta masyarakat setempat. Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan faktor keselamatan saat beraktivitas di kawasan wisata alam. (*)






