Padang

Lima Remaja Terjebak Air Bah di Sungai Bangek, BPBD Kota Padang Lakukan Evakuasi

4
×

Lima Remaja Terjebak Air Bah di Sungai Bangek, BPBD Kota Padang Lakukan Evakuasi

Sebarkan artikel ini
Petugas Sar Gabungan Melakukan Evakuasi Remaja Yang Terjebak di Sungai Bangek, Kota Padang

Rangkiangsumbar – Peristiwa lima remaja terjebak air bah terjadi di kawasan Sungai Bangek, tepatnya di Ladang Darnis, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (16/2) sore. Kejadian tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga di sekitar lokasi.

Informasi awal menyebutkan para remaja itu dilaporkan tersesat dan tidak dapat kembali setelah debit air sungai tiba-tiba meningkat. Kondisi tersebut membuat mereka terjebak di area aliran sungai dengan arus yang semakin deras.

Laporan mengenai insiden itu segera diteruskan kepada pihak berwenang. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan bantuan sembari menunggu tim penyelamat tiba di lokasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan adanya laporan lima remaja yang terjebak air bah tersebut. Ia mengatakan pihaknya menerima informasi pada sore hari.

“Setelah menerima laporan, tim BPBD Kota Padang langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi,” ujarnya.

Menurutnya, medan menuju lokasi kejadian cukup sulit dilalui. Selain itu, arus sungai yang deras akibat peningkatan debit air menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Meski demikian, petugas tetap berupaya maksimal demi memastikan keselamatan para remaja tersebut. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian guna menghindari risiko tambahan.

BPBD juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan. Sinergi tersebut dilakukan agar proses penyelamatan berjalan lancar dan aman.

Ia menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu.

“Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di musim hujan yang rawan menyebabkan banjir dan air bah,” jelasnya. (*)