Pesisir Selatan

Operasi SAR Hari Kedua, Remaja 13 Tahun Hanyut di Sungai Liku Masih Dalam Pencarian

2
×

Operasi SAR Hari Kedua, Remaja 13 Tahun Hanyut di Sungai Liku Masih Dalam Pencarian

Sebarkan artikel ini
Basarnas Padang Lakukan Pencarian Anak Hilang di Pesisir Selatan

Rangkiangsumbar – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang remaja yang dilaporkan hanyut di Sungai Liku, Kecamatan Ranah Pasisia, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada Senin (16/2).

Informasi kejadian pertama kali diterima dari Arif, personel BPBD Pesisir Selatan, pada Minggu (15/2) pukul 07.55 WIB, yang melaporkan adanya satu orang dalam kondisi membahayakan jiwa akibat terseret arus sungai.

Korban diketahui bernama Aska (13), seorang pelajar asal Kelok Koto Langang, Nagari Sei Liku, Kecamatan Ranah Pasisia, Kabupaten Pesisir Selatan, dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 17.45 WIB, saat korban bersama teman-temannya mandi di Sungai Liku, Kampung Kelok Koto Langang, Nagari Sei Liku.

Sekitar pukul 18.00 WIB, korban dilaporkan tidak kembali ke daratan, sehingga teman-temannya segera memberi tahu warga setempat dan pihak berwenang untuk dilakukan pencarian.

Lokasi kejadian berada pada perkiraan koordinat 1°20’56.81″S – 100°47’1.64″E. Jarak dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan ke lokasi sekitar 52,40 kilometer garis lurus atau ±66,3 kilometer jalur darat, dengan estimasi waktu tempuh 1 jam 27 menit ke arah tenggara.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menyampaikan bahwa pada Senin (16/2) pukul 07.00 WIB, lima personel Rescuer Unit Siaga SAR Pesisir Selatan diberangkatkan untuk melanjutkan pencarian hari kedua (H-2).

Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan rescue car carrier, perahu LCR (Landing Craft Rubber), peralatan evakuasi, peralatan medis, serta perangkat komunikasi. Unsur yang terlibat terdiri atas lima personel SAR, tiga anggota Polri, sepuluh personel BPBD, empat perangkat nagari, dan sekitar 30 orang masyarakat.

Abdul Malik menambahkan bahwa kendala yang dihadapi di lapangan berupa area blank spot yang menyulitkan komunikasi. Namun, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 5 knot sehingga pencarian dapat berlangsung optimal.

Pihaknya berharap korban segera ditemukan dan mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama pada sore hari. (*)