Rangkiangsumbar – Peristiwa kebakaran menghanguskan tiga unit speedboat yang bersandar di kawasan Batang Arau, Kota Padang, pada Sabtu (7/2) pagi. Insiden tersebut terjadi di area pelabuhan kapal yang berada di samping Mentawai Fast.
Informasi awal kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang sekitar pukul 10.42 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Guna menangani kebakaran tersebut, petugas mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran Kota Padang dibantu dua unit armada dari Pelindo. Jarak tempuh menuju lokasi kejadian diperkirakan sekitar 4,6 kilometer.
Sesampainya di lokasi pada pukul 10.50 WIB, petugas langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke kapal lainnya. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 11.15 WIB.
Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi. Saksi tersebut melihat api muncul dari salah satu speedboat sebelum melaporkannya ke petugas.
Rinaldi menambahkan, objek yang terbakar terdiri dari tiga unit speedboat dengan luas area terdampak sekitar 15 x 15 meter persegi. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Selain itu, tidak terdapat warga atau awak kapal yang harus mengungsi karena lokasi berada di area pelabuhan.
Akibat kebakaran ini, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Sementara itu, aset lain senilai sekitar Rp5 miliar berhasil diselamatkan dari dampak kebakaran.
Speedboat yang terbakar diketahui dimiliki oleh beberapa pihak, di antaranya BPBD, Mayor Doni yang merupakan pensiunan TNI AL, serta Heru Farta yang berprofesi sebagai dokter.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas Damkar turut dibantu personel gabungan dari BPBD, Pelindo, kepolisian, dan TNI. Sebanyak 50 personel dikerahkan untuk memastikan situasi di lokasi kejadian kembali aman dan terkendali.(*)






