Rangkiangsumbar – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menyerap beragam aspirasi masyarakat saat melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (5/2). Kegiatan yang digelar di Griya Syahlinar tersebut berlangsung hangat dengan antusiasme tinggi dari warga.
Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan berbagai usulan, mulai dari pembangunan infrastruktur, penanganan longsor, hingga dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Muhidi menegaskan bahwa masa reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk turun langsung ke lapangan guna mendengar kebutuhan masyarakat. Ia menjelaskan, DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Sebelum anggaran disahkan, ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari RKPD, rembuk warga di tingkat RW, rakorbang, hingga Musrenbang kecamatan. Semua aspirasi itu akan kita kawal,” ujar Muhidi.
Ia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat Lubuk Minturun yang dinilainya menjadi modal utama dalam percepatan pembangunan daerah. Menurutnya, kebersamaan di lingkungan RT, RW, hingga kelurahan sangat menentukan keberhasilan pembangunan.
“Jika masyarakat kompak, tidak ada yang tidak bisa. Insya Allah seluruh aspirasi sudah kami catat dan tampung. Yang menjadi kewenangan DPRD akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Muhidi menyampaikan kabar baik kepada warga Perumahan Griya Syahlinar. Ia memastikan pembangunan betonisasi jalan komplek akan direalisasikan pada tahun anggaran 2026, mengingat usulan tersebut telah diajukan sejak 2025.
“Untuk betonisasi jalan ini, insya Allah dikerjakan pada 2026. Aspirasi lainnya akan kita dorong agar masuk dalam anggaran 2027,” katanya.
Sesi dialog berlangsung dinamis. Warga menyampaikan keluhan terkait dampak bencana hidrometeorologi, khususnya longsor yang menyebabkan akses jalan dan drainase terputus. Selain itu, warga juga berharap adanya bantuan dan pembinaan bagi pelaku UMKM, terutama di sektor perikanan.
Menariknya, salah seorang warga turut memperkenalkan produk bakso rumahan khas Griya Syahlinar (GSR) yang diharapkan dapat memperoleh dukungan agar berkembang dan memiliki nilai ekonomi lebih luas.
Kegiatan reses tersebut menjadi sarana strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sekaligus memperkuat komitmen DPRD Sumbar dalam memperjuangkan kebutuhan warga di tingkat kebijakan.(*)






