Rangkiangsumbar – Musibah laut menimpa tiga orang anak di wilayah Pasia Sabalah, RT 03 RW 14, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, pada Sabtu (31/1), sekitar pukul 12.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Hendri Zulviton mengatakan peristiwa tersebut bermula ketika ketiga anak laki-laki itu bermain dan mandi di kawasan ujung batu yang berada tidak jauh dari pemukiman warga setempat.
Namun, kegiatan tersebut berubah menjadi tragedi setelah ketiganya diduga terseret arus laut hingga menyebabkan mereka tenggelam dan tidak dapat menyelamatkan diri.
Dalam kejadian ini, dua orang anak ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya hingga kini masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan.
Korban pertama diketahui bernama Akmal, berusia 7 tahun, seorang pelajar asal Minang yang berdomisili di Talao Sapek. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Korban kedua bernama Akbar, berusia 8 tahun. Akbar juga merupakan pelajar asal Minang yang tinggal di Talao Sapek dan dinyatakan meninggal dunia setelah berhasil dievakuasi.
Adapun korban ketiga bernama Rozi, berusia 8 tahun, yang juga berasal dari Talao Sapek. Hingga berita ini disusun, korban masih dalam pencarian oleh warga dan pihak terkait.
Saksi mata dalam peristiwa tersebut adalah Ir, seorang nelayan berusia 40 tahun yang berdomisili di RT 02 RW 14, Pasia Sabalah. Saksi pertama kali melihat adanya korban yang mengapung di laut.
Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera mengambil perahu untuk melakukan penyelamatan, sementara warga lainnya menghubungi Babinsa dan pihak puskesmas. Korban yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Siti Rahmah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.(*)






