Rangkiangsumbar – Insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Kelok 9, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pada Sabtu (31/1) pagi, setelah sebuah mobil Daihatsu Gran Max bernomor polisi BM 8359 FX terperosok ke jurang di jalur penghubung Sumbar–Riau.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang menerima laporan awal kejadian pada pukul 08.21 WIB dari Kris Ladeva, seorang anggota dewan, yang menginformasikan adanya kendaraan jatuh ke jurang di lokasi tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas Padang segera melakukan koordinasi internal dan menyiapkan personel rescue untuk diberangkatkan ke titik kejadian yang berada di ruas jalan rawan kecelakaan tersebut.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menyampaikan bahwa tim rescue dari Pos SAR 50 Kota langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 08.26 WIB. “Sebanyak lima personel kami kerahkan untuk melakukan penanganan dan evakuasi korban,” ujarnya.
Abdul Malik menjelaskan, kendaraan tersebut diketahui melaju dari arah Pekanbaru menuju Kota Payakumbuh. Saat melintasi Kelok 9 sekitar pukul 08.16 WIB, mobil kehilangan kendali akibat kondisi jalan yang licin karena hujan gerimis.
Akibat kecelakaan tersebut, tujuh orang penumpang menjadi korban dengan tingkat cedera yang berbeda-beda. Seluruh korban diketahui merupakan warga Pekanbaru, Provinsi Riau.
Korban bernama Yuli Mayang Sari (32) mengalami patah tulang paha kiri dan tangan kiri, sedangkan Ahmat Syahroni (27) menderita cedera pada kepala, dada, tulang punggung, serta luka pada kaki kiri. Keduanya langsung dirujuk ke RS Adnan WD.
Dua korban anak-anak, yakni Fairel (10) dan Alvino (8), turut mengalami cedera. Fairel mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Tanjung Pati, sementara Alvino dirawat di RS Adnan WD akibat cedera pada bagian kaki dan luka-luka.
Sementara itu, tiga korban lainnya, Mutiara Amanda (21), Septia Rahayu (24), dan Rendi Admi (28), mengalami luka-luka di bagian kaki dan tangan. Para korban mendapatkan penanganan medis di rumah sakit dan puskesmas terdekat.
Dalam proses evakuasi, tim SAR menggunakan berbagai peralatan pendukung seperti rescue car, peralatan ekstrikasi, vertical rescue, peralatan medis, komunikasi, serta evakuasi. Abdul Malik menambahkan bahwa medan jurang yang dalam dan terjal menjadi tantangan tersendiri, namun seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat. (*)






