Rangkiangsumbar – Malam belum lama turun ketika kegelisahan mulai menyelimuti Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Jam terus bergerak, namun tujuh pemuda yang sejak pagi beraktivitas di hulu Sungai Ranggeh tak kunjung pulang.
Kekhawatiran keluarga akhirnya berubah menjadi laporan darurat.
Sekitar pukul 21.22 WIB, Minggu (25/1), keluarga korban menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang.
Informasi itu menjadi awal dari operasi penyelamatan yang berlangsung di tengah gelapnya kawasan hulu sungai—wilayah yang dikenal rawan dan sulit dijangkau.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, menyebutkan lokasi kejadian berada di Hulu Sungai Ranggeh, tepatnya di titik bekas banjir bandang Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya.
Medan yang berat dan jarak sekitar 40,7 kilometer dari Unit Siaga SAR Agam menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat. Tujuh warga yang dilaporkan tersesat diketahui bernama Fahri (14), Fakhri (21), Rifal (16), Bima (17), Andika (21), Farel (16), dan Romi (17).
Seluruhnya merupakan warga setempat yang sejak Minggu pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, berangkat menuju anak air di hulu Sungai Ranggeh. Mereka direncanakan kembali sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB. Namun rencana itu tak berjalan sebagaimana mestinya.
Menindaklanjuti laporan, lima personel Rescue Unit Siaga SAR Agam langsung diberangkatkan pada pukul 21.36 WIB. Kurang dari satu jam kemudian, tepat pukul 22.25 WIB, tim tiba di lokasi dan segera berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk memulai pencarian.
Di tengah gelap malam dan medan yang tak bersahabat, upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 00.38 WIB, Senin (26/1), satu per satu korban berhasil ditemukan. Kabar yang paling dinanti pun datang: ketujuhnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Sekitar pukul 02.15 WIB, seluruh korban tiba di posko utama. Dari hasil pemeriksaan medis, satu korban atas nama Romi mengalami cedera pada alat gerak, Andika mengalami luka luar, sementara lima korban lainnya mengalami kelelahan akibat perjalanan dan kondisi medan.
“Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur,” ujar Abdul Malik.
Menjelang dini hari, setelah briefing pada pukul 02.50 WIB, seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, operasi SAR pun diusulkan untuk ditutup.
“Dengan seluruh korban ditemukan selamat, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini,” tutup Abdul Malik.
Malam panjang di Hulu Sungai Ranggeh akhirnya berakhir dengan kelegaan. Tujuh warga kembali ke pelukan keluarga, dan satu lagi kisah tentang solidaritas serta kerja cepat tim penyelamat tercatat di Agam (*)






