Rangkiangsumbar – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat mulai membuka peluang kolaborasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di dunia olahraga, khususnya bagi atlet daerah.
Gagasan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus dengan Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Ricky Yanuarfi di Kantor BNNP Sumbar, Padang, Rabu (14/1). Kedua pihak sepakat rencana ini akan ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Dalam kunjungan itu, Hamdanus hadir bersama Ketua Bidang Humas KONI Sumbar Hendri Parjiga serta Pelaksana Tugas Kepala Sekretariat KONI Sumbar Riko Onki Putra. Rombongan diterima langsung oleh Brigjen Pol Ricky Yanuarfi didampingi sejumlah pejabat utama BNNP Sumbar.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Katim Dayamas Kombes Pol Erlis, SE., MH, Katim Pencegahan Kombes Pol Susilawati, SH, serta Katim Rehabilitasi BNNP Sumbar Josra Maidi, ST, yang ikut memberikan pandangan terkait program pencegahan narkoba di kalangan atlet.
Brigjen Pol Ricky Yanuarfi menegaskan bahwa KONI memiliki posisi strategis sebagai mitra BNN, mengingat pembinaan olahraga banyak melibatkan generasi muda yang rentan terhadap pengaruh negatif, termasuk narkotika.
“Ancaman narkoba tidak mengenal profesi. Atlet pun bisa terjerumus, baik karena tekanan prestasi, persoalan mental, maupun masalah sosial lainnya,” ujar Ricky.
Ia menjelaskan, sejumlah kasus menunjukkan atlet terpapar narkoba akibat kekecewaan gagal berprestasi, proses latihan yang berat, hingga ketidakpastian masa depan setelah tidak lagi aktif bertanding.
Untuk meminimalisasi risiko tersebut, BNNP Sumbar mendorong KONI agar membangun jejaring lintas sektor dengan berbagai instansi, seperti Polda Sumbar, TNI, BUMN, BUMD, serta Pemerintah Provinsi Sumbar, guna membuka akses pekerjaan bagi atlet berprestasi.
Ketua KONI Sumbar Hamdanus menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program BNNP Sumbar dalam menciptakan lingkungan olahraga yang bersih dari narkoba.
Ia menegaskan, hingga kini tidak ditemukan kasus atlet Sumbar yang terlibat narkoba. Bahkan, hasil pemeriksaan kesehatan terhadap 180 calon atlet Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Sumbar 2026 menunjukkan seluruhnya dinyatakan negatif narkoba.
Hamdanus juga memaparkan bahwa KONI Sumbar telah menjalin komunikasi dengan sejumlah lembaga untuk memperjuangkan masa depan atlet. Salah satunya adalah upaya agar atlet Teqball Zikra Dwi Putri, peraih perak SEA Games Thailand, dapat diterima sebagai anggota Polwan.
Selain itu, KONI Sumbar juga mendorong atlet gulat Gilang Ilhaza, peraih medali perak SEA Games, untuk mendapatkan kesempatan bekerja di PDAM Kota Padang sebagai bentuk jaminan kesejahteraan pasca-prestasi.
Ke depan, KONI Sumbar berencana memperluas pendekatan ke instansi lain agar atlet berprestasi memiliki kepastian karier setelah masa aktif olahraga berakhir.
Selain membahas pencegahan narkoba, pertemuan tersebut turut menyinggung persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang direncanakan digelar pada Juni hingga Juli 2026, setelah vakum selama delapan tahun.
BNNP Sumbar menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Porprov, yang dinilai penting sebagai sarana evaluasi prestasi dan pembinaan atlet menuju level nasional.
“Porprov menjadi fondasi penting untuk melihat potensi atlet daerah sebelum melangkah ke ajang yang lebih tinggi,” kata Ricky Yanuarfi, yang juga dikenal aktif dalam pembinaan olahraga karate.
Sementara itu, Hamdanus memastikan KONI Sumbar terus mematangkan persiapan Porprov dengan skema tuan rumah bersama.
Hingga kini, sebanyak 12 kabupaten dan kota telah menyatakan kesiapan, sembari menunggu terbitnya Surat Keputusan Gubernur Sumbar serta dukungan anggaran Rp12 miliar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (*)





