Rangkiangsumbar – Peringatan Hari Jadi Kabupaten (HJK) Padang Pariaman ke-193 kali ini menjadi momen penting untuk memberi penghargaan kepada relawan yang telah berperan besar dalam menangani bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras dan dedikasi tanpa henti para pihak yang terlibat dalam upaya penyelamatan dan pemulihan pasca bencana.
Acara penghargaan berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Padang Pariaman, setelah Sidang Paripurna DPRD dalam rangka HJK ke-193. Momen tersebut penuh dengan emosi, menyatukan pemerintah daerah dengan para relawan yang bersama-sama berjuang di garis depan saat bencana menimpa. Suasana haru dan penuh penghargaan tampak jelas di wajah setiap peserta yang hadir.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada lebih dari 600 orang relawan yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk TNI, Polri, serta berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.
“Berkat kolaborasi luar biasa dari relawan, kami sebagai pemerintah daerah mampu melewati masa-masa sulit ini. Tanpa dedikasi kalian, kami tak akan bisa bangkit seperti sekarang,” ungkap Bupati JKA dengan penuh semangat.
Relawan yang menerima penghargaan terdiri dari berbagai unsur, di antaranya Marinir Yonmarhanlan II Kodam I/BB, Basarnas Kelas II A Padang, Brimob Polda Sumatera Barat, Kodim 0308/Pariaman, Polres Padang Pariaman, serta sejumlah organisasi non-pemerintah seperti PT Hutamakarya Infrastruktur, BAZNAS Padang Pariaman, dan TP-PKK Nagari Kampung Galapuang Ulakan.
Penghargaan juga diberikan kepada individu relawan yang menunjukkan dedikasi luar biasa, seperti Afrizal, yang turut berperan besar selama masa tanggap darurat.
Dalam pidatonya, Bupati JKA menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk penghormatan dan pengakuan terhadap pengorbanan yang telah diberikan para relawan.
“Semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor adalah landasan utama dalam membangun daerah ini agar lebih siap menghadapi bencana di masa depan,” tambahnya.
Para penerima penghargaan pun merasa bangga dan terharu. Mereka mengungkapkan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus berbuat lebih banyak, tidak hanya dalam keadaan darurat, tetapi juga dalam membangun ketangguhan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Selama peringatan HJK ke-193 ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi segala tantangan, termasuk potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial akan terus dipelihara sebagai modal penting untuk pembangunan daerah.
Sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat kolaborasi ini, Bupati JKA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga semangat gotong royong dan bekerjasama dalam setiap langkah pembangunan. “Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang solid, Padang Pariaman akan lebih tangguh menghadapi segala tantangan,” tutupnya.
Pada akhir acara, Bupati bersama jajaran pemerintah daerah memberikan penghargaan berupa piagam dan hadiah kepada para relawan yang telah berjasa besar. Semua relawan yang hadir terlihat sangat bersyukur dan berharap bisa terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Dengan peringatan HJK ke-193 ini, Padang Pariaman semakin menunjukkan bahwa meskipun dilanda bencana, semangat kebersamaan dan ketangguhan masyarakat tetap menjadi kunci utama untuk bangkit dan maju bersama (*)





