Padang

Hujan Tak Henti, Air Sungai Mengurung Warga Pasar Lalang

0
×

Hujan Tak Henti, Air Sungai Mengurung Warga Pasar Lalang

Sebarkan artikel ini

Rangkiangsumbar – Hujan yang turun tanpa jeda sejak Kamis malam (1/1) hingga Jumat siang (2/1) perlahan mengubah ketenangan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menjadi kepanikan. Sungai Batang Kuranji yang biasanya mengalir tenang mendadak meluap dan mengirimkan air keruh ke permukiman warga.

Tak ada sirene, tak ada peringatan. Air datang begitu saja, menyelinap ke halaman rumah, lalu meninggi hingga membuat warga terjebak. Dalam hitungan menit, jalanan berubah menjadi aliran air yang sulit dilalui.

Puluhan warga hanya bisa bertahan di dalam rumah. Sebagian naik ke tempat yang lebih tinggi, sebagian lain memilih menunggu sambil berharap air segera surut. Ketika malam berubah menjadi siang, rasa cemas belum juga hilang.

Baca Juga  Gedung Baru Pelayanan BPKB Polda Sumbar Segera Beroperasi, Layanan Digital dan Ramah Masyarakat

Di tengah kepanikan itu, warga mulai meminta pertolongan. Telepon dan pesan singkat dikirim ke BPBD dan Basarnas, memohon bantuan evakuasi sebelum kondisi semakin memburuk.

Ririn, salah seorang warga Pasar Lalang, masih mengingat jelas detik-detik air mulai masuk ke rumahnya. Ia mengaku tidak menyangka hujan seharian bisa membuat sungai meluap secepat itu. “Airnya naik terus, kami panik,” ujarnya lirih.

Cerita serupa datang dari Tomi, warga lainnya. Menurutnya, banjir kali ini terasa berbeda karena datang mendadak. Tidak ada waktu untuk menyelamatkan barang, yang terpenting hanyalah keselamatan keluarga.

Baca Juga  Sekda Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi Beri Sambutan Pengangkatan dan Pembekalan Advokat PERADI SAI Digelar di Padang

Tak lama berselang, petugas BPBD dan Basarnas tiba di lokasi. Dengan peralatan evakuasi, mereka menembus genangan air untuk mengevakuasi warga yang terjebak, terutama anak-anak dan lansia.

Hingga Jumat siang, hujan masih menggantung di langit Padang. Warga Pasar Lalang hanya bisa berharap air segera surut, sembari bersiap menghadapi kemungkinan terburuk jika hujan kembali turun dan Sungai Batang Kuranji kembali meluap (*)