Rangkiangsumbar – Puluhan personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sumatera Barat membangun jembatan darurat menggunakan alat seadanya di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sabtu (26/12).
Pembangunan dilakukan sebagai respons cepat pascabanjir dan longsor yang melanda kawasan tersebut.
Jembatan darurat itu dibangun untuk membuka kembali akses warga yang sempat terputus akibat terjangan banjir dan material longsor.
Sebelumnya, derasnya aliran air menyebabkan jembatan penghubung antarjorong rusak parah dan tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Direktur Samapta Polda Sumbar, Kombes Pol Achmadi, mengatakan pembangunan jembatan darurat merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, akses jalan menjadi kebutuhan utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar akses masyarakat bisa segera kembali normal. Meskipun menggunakan peralatan seadanya, jembatan darurat ini diharapkan dapat membantu mobilitas warga,” kata Kombes Pol Achmadi.
Ia menjelaskan, personel Ditsamapta dikerahkan sejak pagi hari dengan membawa perlengkapan yang tersedia di lapangan. Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama warga setempat agar pekerjaan dapat selesai lebih cepat.
Selain membangun jembatan darurat, personel Ditsamapta juga membantu membersihkan material longsor yang menutup badan jalan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan jalur utama di kawasan Malalak dapat segera dilalui kendaraan darurat dan logistik.
Kombes Pol Achmadi menambahkan, Polda Sumbar akan terus memantau kondisi wilayah terdampak bencana dan siap memberikan bantuan lanjutan apabila diperlukan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.
Masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan jajaran Polda Sumbar. Kehadiran personel kepolisian dinilai sangat membantu warga dalam menghadapi dampak bencana serta mempercepat pemulihan kondisi di wilayah tersebut (*)





